Masuk

Ingat Saya

Kepribadian Sebagai Pondasi Pencegahan Aksi Terorisme

Menurut Wikipedia, Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Aksi terorisme terjadi secara tiba-tiba dan sering kali korban jiwa dari aksi ini adalah masyarakat sipil karena aksi ini kebanyakan menargetkan tempat-tempat umum yang ramai dengan aktivitas sehari-hari.

Aksi terorisme itu bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Sebagai contoh kecil jika saya melemparkan batu ke kaca jendela rumah tetangga saya dan dilakukan secara berulang-ulang karena saya tidak suka dengan, aksi itu bisa disebut terorisme karena saya membangkitkan rasa teror terhadap keluarga di rumah tersebut. Begitu juga aksi terorisme dengan skala yang lebih besar seperti bom bunuh diri di Turki dan di Brussel yang baru-baru ini terjadi. Tidak peduli aksi teror itu dilakukan secara individual ataupun di atur oleh sebuah organisasi, aksi teror itu telah mencederai hubungan antara manusia dengan manusia. Menyebabkan manusia saling mencurigai dan juga menyudutkan satu dengan lainnya.

Bagaimana kita mencegah masyarakat kita terlibat aksi terorisme tersebut ?

Salah satunya dengan membentuk kepribadian seseorang yang mempunyai rasa kasih sayang terhadap diri dan lingkungannya. Kepribadian tersebut akan membuat seseorang peduli dan tahu apa yang baik bagi diri dan lingkungannya. Membuat seseorang bisa lebih menganalisa lagi apakah kegiatan atau aksi yang akan dilakukannya akan berdampak baik bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Pembentukan kepribadian ini dimulai dari sebuah keluarga kecil di rumah-rumah masyarakat kita melalui pengasuhan anak yang dilakukan oleh orang tua. Terkadang orang tua terlalu sibuk mencari uang untuk kebutuhan keluarga tapi lupa akan penting nya pembentukan karakter anak. Pola orang tua dalam mengasuh anak juga berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter seorang anak. Sebagai contoh ketika orang tua menuntut seorang anak untuk mendapatkan nilai terbaik tetapi orang tua tersebut akan marah ketika anaknya gagal, maka anak tersebut akan memiliki karakter pekerja keras namun akan melakukan kecurangan atau kebohongan ketika dia merasa tidak mampu untuk meraih nilai tersebut karena dia takut akan dimarahi oleh orang tua nya. Ketika anak itu nantinya berada pada organisasi atau perusahaan, anak tersebut kemungkinan akan melakukan apa saja termasuk aksi teror untuk menjatuhkan orang, organisasi, atau perusahaan lain yang ia rasa menghalangi pencapaian tujuan dirinya atau organisasinya. Selain itu penanaman iman pada jiwa seorang anak melalui pembelajaran ilmu agama yang baik dan benar akan menghindarkan anak dari jiwa yang kosong sehingga akan membantu mencegah anak untuk mengikuti ajakan yang bersifat aksi terorisme karena setiap agama yang saya kenal khususnya di Indonesia tidak ada yang mengajarkan untuk saling menyakiti sesama manusia.

Di abad ke-21 ini teknologi juga sudah semakin maju. Berbagai teknologi digital seperti smartphone dengan berbagai aplikasi di dalamnya juga sangat mudah didapat. Terutama aplikasi yang bersifat menghibur seperti game. Mulai dari orang tua sampai anak-anak banyak yang suka bermain game di smartphone. Ini dibuktikan dengan beberapa aplikasi game yang menjadi aplikasi terlaris di Google Play Store, salah satu toko penyedia aplikasi untuk smartphone android.

Aplikasi Android Terlaris

Source : https://play.google.com/store/apps/top

Fakta ini juga membuktikan bahwa pengguna smartphone lebih tertarik untuk menggunakan aplikasi yang bersifat hiburan atau social media daripada aplikasi yang bersifat pembelajaran.

Lalu bagiamana kita bisa menerapkan pembelajaran mengenai pengasuhan dan pembentukan karakter anak serta pembelajaran agama dalam aplikasi pembelajaran namun berbentuk sebuah aplikasi yang menghibur ?

Gamification.

Gamification adalah aplikasi yang di design menggunakan element dan prinsip dari game namun aplikasi tersebut di luar konteks game. Dengan gamification, kita bisa mendesain aplikasi pembelajaran dengan elemen dan prinsip game sehingga pengguna tertarik untuk menggunakannya. Gamification sudah banyak digunakan oleh pengembang aplikasi untuk membuat aplikasi mereka menjadi lebih menarik. Contohnya adalah aplikasi duolingo yang berguna untuk belajar bahasa asing dan juga JagoanIlmu.com yang merupakan sebuah website untuk pembelajaran beberapa ilmu di bidang computer.

Jadi dengan konsep gamification ini kita bisa membuat aplikasi pembelajaran mengenai pengasuhan dan pembentukan karakter anak yang menarik.

Dengan